an online Instagram web viewer

#surabayaartist medias

Photos

xSay2
Kolcai alias Komunitas Lukis Cat Air (Watercolor painting community) chapter Surabaya Plein Air @kebunbinatangsurabaya #kbsnew
Drawing #onthespot the new face of Surabaya Zoo. Continued with model drawing. #havefun #practicetogether #watercolorcommunity
.
.
.
.
.
#kolcai #kolcaisurabaya #pleinair #zoo #loveanimals #artistsoninstagram #community #komunitassurabaya #komunitasseni #komunitaslukiscatair #surabayaartist #gambarbareng #goodvibes #yukjoin
Our latest project before @juli.sandra departing to Jakarta!
Song : "BELLYACHE by Billie Eilish - Marian Hill Remix" 
#dance #choreography #cardboard #dancechoreography #dancevideo #surabayadancer #surabayaartist
Jika orang lain hanya bisa menerima kelebihanmu saja, jangan sebut mereka teman
Mereka hanya figuran

#artwork #vexel #vector #coreldraw #photoshop #girl #dailyart #instaart #girldrawing #originalcharacter #manga #anime #surabaya #shorthairgirl #animegirl #surabayaart #surabayaartist
So happy can meet up with Surabaya #artistoninstagram @leevenandco 
Thank you for inviting & bringing us together. Akhirnya saya ketemu idola2 saya 😂
And i got treasures arts from @coretan_debb @rudy_crut @grace.syiariel  How lucky i am 🙌 💕 Guess next year will be my lucky & blessed year😆
.
#exited #collectmemoriesnotthings
#LeevenandcoPaintingMemories #leevencopaintingmemories #surabayaartist #christmas 🎄🎁💖
#Repost @arsipirsa (@get_repost)
・・・
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi"
A performance acts

Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB.
Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya.

Artists: 
@goycoofficial 
@impoesabollah 
@ttsssuu @suvi_studio 
@waftlab (collaborators)

Poster and artwork: @nalta097 
Curator:  @adityadinegoro 
Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi.
Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan.
Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi

@arsipirsa 
@waftlab 
@aiolaeatery" 
#TRANSMISI
#surabayaartist 
#surabayaperformanceart 
#arttherapy 
#arsipirsa 
#waftlab 
#indonesianartist
#Repost  @arsipirsa (@get_repost) ・・・ "Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi" A performance acts Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB. Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya. Artists: @goycoofficial @impoesabollah @ttsssuu @suvi_studio @waftlab (collaborators) Poster and artwork: @nalta097 Curator: @adityadinegoro Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi. Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan. Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi @arsipirsa @waftlab @aiolaeatery" #TRANSMISI  #surabayaartist  #surabayaperformanceart  #arttherapy  #arsipirsa  #waftlab  #indonesianartist 
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi"
A performance acts

Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB.
Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya.

Artists: 
@goycoofficial 
@impoesabollah 
@ttsssuu 
@waftlab (collaborators)

Poster and artwork: @nalta097 
Curator:  @adityadinegoro 
Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi.
Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan.
Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi

@arsipirsa 
@waftlab 
@aiolaeatery" 
#TRANSMISI
#surabayaartist 
#surabayaperformanceart 
#arttherapy 
#arsipirsa 
#waftlab 
#indonesianartist
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi" A performance acts Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB. Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya. Artists: @goycoofficial @impoesabollah @ttsssuu @waftlab (collaborators) Poster and artwork: @nalta097 Curator: @adityadinegoro Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi. Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan. Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi @arsipirsa @waftlab @aiolaeatery" #TRANSMISI  #surabayaartist  #surabayaperformanceart  #arttherapy  #arsipirsa  #waftlab  #indonesianartist 
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi"
A performance acts

Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB.
Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya.

Artists: 
@goycoofficial 
@impoesabollah 
@ttsssuu 
@waftlab (collaborators)

Poster and artwork: @nalta097 
Curator:  @adityadinegoro 
Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi.
Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan.
Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi

@arsipirsa 
@waftlab 
@aiolaeatery" 
#TRANSMISI
#surabayaartist 
#surabayaperformanceart 
#arttherapy 
#arsipirsa 
#waftlab 
#indonesianartist
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi" A performance acts Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB. Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya. Artists: @goycoofficial @impoesabollah @ttsssuu @waftlab (collaborators) Poster and artwork: @nalta097 Curator: @adityadinegoro Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi. Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan. Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi @arsipirsa @waftlab @aiolaeatery" #TRANSMISI  #surabayaartist  #surabayaperformanceart  #arttherapy  #arsipirsa  #waftlab  #indonesianartist 
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi"
A performance acts

Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB.
Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya.

Artists: 
@goycoofficial 
@impoesabollah 
@ttsssuu @suvi_studio 
@waftlab (collaborators)

Poster and artwork: @nalta097 
Curator:  @adityadinegoro 
Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi.
Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan.
Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi

@arsipirsa 
@waftlab 
@aiolaeatery" 
#TRANSMISI
#surabayaartist 
#surabayaperformanceart 
#arttherapy 
#arsipirsa 
#waftlab 
#indonesianartist
"Pirsa by Waft-Lab present: "Transmisi" A performance acts Schedule: Sunday, December 17th 2017, 19.00 - 21.00 WIB. Venue: Aiola Eatery, Jl. Slamet No. 16, Surabaya. Artists: @goycoofficial @impoesabollah @ttsssuu @suvi_studio @waftlab (collaborators) Poster and artwork: @nalta097 Curator: @adityadinegoro Sebagai kelompok yang memiliki ketertarikan dengan teknologi dan seni media dalam bentuk gagasan serta praktik kreatif dan seninya, Waft-Lab telah banyak melakukan serangkaian upaya untuk mendorong gagasan dan praktik tersebut secara lebih luas melalui berbagai macam platform yang mengakomodir berbagai jenis medium teknologi dan aktivitas seninya, seperti video (Video Work), sound dan musik elektronik (Electro Work), serta beragam aktivitas seperti lokakarya, kolaborasi hingga diskusi (No Work). Kini, dalam upayanya yang lebih jauh, Waft-Lab kemudian mengembangkan platform baru yang mengakomodir serta menjelajah praktik dan medium yang lebih spesifik lagi, yakni seni performans (performance art), dalam hubungannya dengan isu dan juga praktik teknologi. Platform baru tersebut bernama Pirsa yang diambil dari ejaan Bahasa Jawa (pirso atau mirso) yang kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia, yang berarti ‘tahu’ atau ‘melihat’. Nama ini dipilih karena latar belakang historisnya, terutama pada penggunaanya sebagai kata ganti orang untuk menyebut subyek penonton televisi, yakni Pemirsa. Nama Pirsa sendiri kemudian diambil dan diadaptasi sebagai nama platform untuk menunjukkan hubungan antara subyek individu, publik, institusi dan medium teknologi serta kaitannya dengan seni performans, terutama dalam aspek tontonan, penonton dan kepenontonan. Pilihan pada seni performans sebagai platform dalam Pirsa dimaksudkan, karena praktik dan medium seni ini memiliki kemungkinan dan potensi untuk mendorong dan mengembangkan praktik yang telah dilakukan oleh Waft-Lab sebelumnya, yakni terkait rekonstruksi ulang fungsi teknologi @arsipirsa @waftlab @aiolaeatery" #TRANSMISI  #surabayaartist  #surabayaperformanceart  #arttherapy  #arsipirsa  #waftlab  #indonesianartist